
Banyak pelanggan di Hokpan Keramik yang sering bertanya, "Kenapa harga granit lebih mahal dari keramik biasa?"atau "Apakah granit benar-benar lebih awet?". Untuk membantu Anda memilih material lantai yang tepat, berikut adalah kupas tuntas perbedaannya dalam format tanya-jawab.
Q1: Apa perbedaan bahan dasar antara keramik dan granit?
Jawab: Meskipun sekilas terlihat sama, bahan penyusunnya berbeda:
- Keramik Biasa: Terbuat dari tanah liat merah atau putih (clay) yang permukaannya dilapisi glasur (pewarna/motif).
- Granit (Porcelain Tile): Terbuat dari campuran batuan alam, kaolin, silika, dan feldspar. Campuran ini dipress dengan tekanan sangat tinggi dan dibakar pada suhu yang jauh lebih panas (di atas 1200°C) dibandingkan keramik biasa.
Analogi: Bayangkan keramik seperti roti tawar yang dioles selai (atasnya berwarna, dalamnya beda), sedangkan granit seperti coklat batangan (warna atas dan dalam sama/padat).
Q2: Benarkah granit jauh lebih kuat daripada keramik?
Jawab: Ya, secara teknis granit lebih kuat. Karena proses pembakaran suhu tinggi, granit (Homogeneous Tile) memiliki pori-pori yang sangat kecil dan kepadatan tinggi. Ini membuat granit:
- Tahan terhadap goresan benda tajam.
- Mampu menahan beban berat (cocok untuk garasi mobil atau area publik).
- Lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem (tidak mudah retak).
Keramik biasa lebih rentan pecah jika tertimpa benda berat karena badannya tidak sepadat granit.
Q3: Bagaimana cara membedakan fisik keramik dan granit secara mudah?
Jawab: Anda bisa melihat bagian belakang atau samping potongannya:
- Keramik: Bagian bawahnya biasanya berwarna merah bata atau abu-abu tanah liat. Warna motif hanya ada di permukaan tipis paling atas.
- Granit: Warna body (badan) biasanya putih susu atau abu-abu terang, dan materialnya terlihat padat menyatu dari atas sampai bawah (Homogeneous).
Q4: Apakah granit lebih susah menyerap air dibanding keramik? (Water Absorption)
Jawab: Benar. Ini adalah indikator kualitas utama.
- Keramik: Memiliki daya serap air di atas 3%. Jika direndam air, beratnya akan bertambah cukup signifikan.
- Granit: Memiliki daya serap air sangat rendah, yaitu di bawah 0.5% (Water Resistant).
Artinya, granit lebih tahan terhadap noda cairan dan tidak mudah lembab/berjamur dibandingkan keramik biasa.
Q5: Jadi, kapan saya harus memilih keramik dan kapan harus granit?
Jawab: Tim Hokpan Keramik menyarankan:
- Pilih Granit Jika: Anda punya anggaran lebih dan mengutamakan keawetan jangka panjang, kemewahan (kilap lebih baik), serta untuk area lalu lintas tinggi seperti ruang tamu, teras, dan dapur.
- Pilih Keramik Jika: Anda ingin menghemat anggaran, atau untuk area yang jarang diinjak seperti dinding kamar mandi, dinding dapur, atau kamar tidur tamu.
Tabel Perbandingan
FITUR | KERAMIK BIASA | GRANITE (Porcelaine Tile) |
Bahan Dasar | Tanah Liat (Clay) | Silika, Feldspar, Batuan |
Suhu Bakar | ± 1000°C | ± 1200°C |
Ketahanan Gores | Sedang | Tinggi (Tahan Gores) |
Penyerapan Air | Tinggi | Sangat Rendah (<0.5%) |
Ukuran Umum | 30x30, 40x40, 50x50 | 60x60, 80x80, 60x120 |
Harga | Ekonomis | Premium |
Masih bingung memilih motif yang cocok?
Kunjungi Hokpan Keramik untuk melihat langsung perbedaan fisik antara keramik dan granit dari berbagai merek ternama.


